Minggu, 16 Maret 2014

Vivere Pericolosso

SEJARAH BERDIRINYA JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN


Jurusan Teknik Pengairan merupakan salah satu dari enam jurusan dan dua program studi yang ada di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Kelima jurusan lainnya adalah Jurusan Teknik Sipil, Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Arsitektur dan Jurusan Perencanaan Wilayah Kota. Teknik Pengairan berdiri karena kebutuhan tenaga ahli bidang pengairan terasa kian mendesak semenjak program pengadaan pangan nasional, khususnya beras, menjadi sasaran utama pembangunan semenjak Pelita Pertama.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut yaitu dari segi  ketersediaan jumlah dan mutu tenaga ahli pengairan, meskipum penambahannya telah dilakukan secara sungguh-sungguh, dirasakan tetap kurang mencukupi, terutama dengan semakin cepatnya pembangunan di bidang pengairan sejak tahun 1970.
Departemen Pekerjaan Umum, dimotori oleh Direktorat Jenderal Pengairan pada tahun 1972 melakukan terobosan yaitu dengan melakukan kerjasama berbagai perguruan tinggi untuk memenuhi kekurangan tenaga ahli di bidang pengairan tersebut. Universitas Brawijaya adalah salah satu institusi yang menyambut dengan antusias, mengingat Fakultas Teknik yang telah berdiri sudah lama dibina oleh  Proyek Induk Serbaguna Kali Brantas, sehingga tidak asing lagi dengan permasalahan di bidang pengairan.
Berdirinya Jurusan Teknik Pengairan tidak lepas dari peran serta  DR. Ir. Suyono Sosrodarsono (mantan Menteri Pekerjaan Umum yang waktu itu menjabat Direktur Jenderal Pengairan, Departemen Pekerjaan Umum) sebagai penggagas dan pendorong, serta peran serta Prof. Ir. Suryono yang merealisasi terbentuknya Jurusan Teknik Pengairan.
Sebagai langkah awal dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama antara Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili almarhum Ir. Sutami dan Universitas Brawijaya yang diwakili Rektor Prof. Dardji Darmodihardjo, SH.. Salah satu butir kesepakatan kedua belah pihak adalah kesediaan Universitas Brawijaya untuk membuka Jurusan Teknik Pengairan dan Departemen Pekerjaan Umum memberi dukungan tenaga pengajar, fasilitas pendukung pendidikan dan pengiriman dosen ke luar negeri (Institute Hydraulic Engineering, Delft Belanda).



Sesuai dengan Surat Rektor Unibraw No. 4703/1/75 tanggal 10 Oktober 1975, tentang Persetujuan Pembukaan Jurusan Teknik Pengairan dan juga Berita Faksimili dari Dirjen Pendidikan Tinggi No.0335/dj/75 tanggal 23 Oktober 1976, maka pelaksanaan pendidikan di Jurusan Teknik Pengairan  resmi dimulai. Hal ini juga diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri P & K No. 0559/0/1983 tentang Jurusan Teknik Pengairan bukan bagian dari Jurusan Teknik Sipil. Atas saran dari Dr.Ir. Suyono Sosrodarsono, bahwa sejak awal kurikulum Jurusan Teknik Pengairan  dirancang untuk diarahkan ke Water Resources Engineering.


Dekan Fakultas Teknik ketika itu adalah Prof. Ir. Suryono, sedangkan yang diangkat sebagai Ketua Jurusan Teknik Pengairan adalah Ir. Husni Sabar, Dipl.HE. yang ketika itu menjabat Kepala Staf Perencanaan Proyek Brantas. Mahasiswa angkatan pertama tahun 1976  adalah sejumlah 49 orang yang diasuh oleh 10 orang dosen tetap.
Sebagai perintis atas terlaksananya perkuliahan di Jurusan Teknik Pengairan adalah para dosen yang terdiri dari  Prof.Drs. H.M. Hasyim Baisoeni, Drs.Ir. Soemartono, Dipl.HE,  Prof.Dr.Ir. Suhardjono, MPd.,Dipl.HE., Ir. A. Azis Hoesein, M.Eng.Sc.,Dipl.HE., J. Soegiyanto, MSc (almarhum)., Ir. Soebagio Tj., Dipl.HE.(almarhum), Ir. Herman Haryono.(almarhum), Ir. Sujatmoko Amali., Dr.Ir. Aniek Masrevaniah, Dipl.HE., Dr.Ir. Rispiningtati, M.Eng.. Tanpa mereka barangkali Jurusan Teknik Pengairan tak pernah ada, berkat jasa mereka Jurusan Teknik Pengairan telah menggaung keberadaannya, terbukti dengan banyaknya alumni yang tersebar mengabdi di tanah air tercinta ini.



“ Vivere Pericolosso, menerima segala tantangan yang ada” –Ir. Soekarno-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar