Adam
Suseno: hey fer
Aku:
oi bro, yaopo kabare?
Adam
Suseno: alhamdulillah apik, kuliah ndek endi awakmu?
Aku:
Teknik Pengairan UB
Adam
Suseno: hah? Teknik pengairan???
*cut
Aku: woy bill, kuliah dimana kamu?
Bill gates: di Harvard nih bro, kamu?
Aku: di Teknik Pengairan bill
Bill gates: Pardon? Teknik Perledengan??
Aku: Teknik Pengairan woy!!!
*what the #ntiiit!
Aku: coy, sibuk apa nih?
Mad Dog: ini sibuk
diomongin 1cak.com coy, ente?
Aku: lagi kuliah aja sih
di Teknik Pengairan
Mad Dog: oh Teknik
Pengairan, enak itu aku pernah sekali makan
Aku: broo *you don’t
say?
*enough!
Sebelumnya jangan heran kalau aku kenal dengan beberapa orang terkenal didunia, yap kita berteman (di Facebook). Dan itulah hasil survey yang aku lakukan, tentang pertanyaan yang paling
diminati oleh sebagian besar orang yang mendengar nama jurusanku. Kalian tidak salah dengar, aku memang
sekarang kuliah di jurusan yang bernama Teknik Pengairan. Dan hei apa yang kalian
ragukan! Kenapa kalian begitu skeptis dengan nama jurusanku? Memang bukan Kedokteran, bukan juga Teknik Mesin, atau Manajemen seperti yang anak jaman sekarang minati, itu
mainstreem! Sekali lagi aku tegaskan, TEKNIK PENGAIRAN dan aku bangga dengan
almamater ini.
Peralihan
dari siswa yang manja menjadi mahasiswa yang lebih mandiri tidaklah mudah.
Mulai dari jatuh sakit dihari pertama tinggal digubuk derita bernama kos, belum
lagi ospek yang menguras hati, dan tugas yang kayak busa detergen Daia
di iklan. Namun satu persatu terlewati, seperti kata alm. Chrisye “badai pasti
berlalu” Dan inilah wajah sumringah seorang manusia yang telah melewati badai (tugas
besar, red) pertamanya itu.
Dan,
sampai saat ini sudah banyak sekali yang sudah aku lalui sebagai mahasiswa. Mulai
senang sampai sedih, Nilai A sampai C, Botak sampai kribo, dapet dosen yang
aduhai sabarnya sampai disidang bertiga sama dosen killer. Semua campur aduk,
kayak makan permen nano-nano sama bungkusnya juga sama penjualnya sekalian.
Tapi perjalanan masih panjang, Bung! Kalau diibaratkan buah, titik ini masih seperti debu yang melekat dibuah itu, sampai kulitnya saja belum. Masih banyak yang harus dilalui, masih banyak yang harus dipelajari. Biarkan semua mengalir apa adanya seperti air tanpa wadah, segala arah tanpa batas dan apa adanya. Layaknya yang biasa aku pelajari setiap harinya di kampus.
Saat ini aku sudah semester 4, memang cepat sekali berlalu waktu ini. Rasanya baru kemarin aku duduk di Gedung Samantha Krida saat itu, mengunggu giliran untuk daftar ulang sebagai Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya dan mengambil almamater kebanggaanku. But life must go on! Bersama keluargaku Mahasiswa Teknik Pegairan 2012, aku yakin kita melegenda.
“Kemarin adalah kuda-kuda kita, dan hari ini adalah batu loncatan untuk esok hari“ -FA-
.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar